Sejarah Paper Cup

2019-02-01 18:32:26, by hesen

Tahukah anda bahwa ternyata paper cup tercatat sudah digunakan pada masa kekaisaran Cina sekitar abad ke-2 SM. Pada masa itu paper cup yang dikenal dengan sebutan chih pei ini digunakan untuk menyajikan teh. Namun demikian cikal bakal paper cup yang banyak kita gunakan sekarang ini bukanlah berasal dari Cina melainkan dari Amerika Serikat.

Pada tahun 1907, seorang pengacara dari Boston, Massachusetts, bernama Lawrence Luellen mengembangkan cangkir sekali pakai (dispossable cup) dari bahan kertas yang dia beri nama Health Kup. Hal ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan Lawrence atas kurang diperhatikannya faktor higienis karena kebiasaan orang-orang pada masa itu yang menggunakan satu cangkir kaleng secara bersama-sama atau berbagi untuk minum di sumur, pompa atau penampungan air umum. Kebiasaan ini memicu resiko penularan bakteri dan penyakit.

Lawrence tidak bekerja seorang diri. Bersama seorang rekannya yang juga berasal dari Boston bernama Hugh Moore, mereka mengembangkan sebuah mesin penjaja (vending machine) air dengan cangkir sekali pakai. Di bawah bendera perusahaan American Water Supply Company, mereka mulai melakukan kampanye edukasi mengenai keuntungan dari sisi kesehatan lewat penggunaan cangkir sekali pakai sembari memasarkan mesin penjaja mereka.

Dalam perkembangannya paper cup yang diciptakan Lawrence mengalami dua kali perubahan desain, dari yang awalnya berbentuk kotak menyerupai kantong belanja, lalu menjadi bentuk kerucut yang terbuat dari selembar kertas, hingga terakhir menjadi seperti yang saat ini kita dapati yaitu bentuk kerucut terpancung. Bentuk terakhir inilah yang kemudian diproduksi secara masal.

Di tahun 1909, setelah mendapatkan dukungan finansial dari seorang bankir New York, perusahaan Lawrence dan Hugh berubah nama menjadi Public Cup Vendor company. Dengan semakin meningkatnya kesadaran publik akan kebersihan dan kesehatan serta kekuatiran akan adanya penyebaran bakteri, penggunaan paper cup menjadi semakin populer dan mendapat kesuksesan lewat pemakaian di sekolah, kantor dan jaringan kereta api. Nama perusahaanpun kembali mengalami perubahan menjadi Individual Drinking Cup Company. Namun itu tidak berlangsung lama karena pada tahun 1912 nama perusahaan berubah kembali menjadi Health Kup.

Tahun 1919, lokasi pabrik Health Kup berada di satu bangunan yang sama dengan Dixie Doll Company. Hugh sekali lagi berusaha untuk meningkatkan citra perusahaannya di mata publik dan dia merasa kalau nama Dixie akan menarik. Akhirnya Hugh merubah nama perusahaan menjadi Dixie Cup Company. Di sekitar masa itu pula sejalan dengan perkembangan industri es krim yang sedang mencari cara untuk meningkatkan konsumsi masyarakat Amerika, Dixie Cup Company untuk pertama kalinya menciptakan ice cream cup. Ice cream cup ini adalah paper cup ukuran 2,5 oz dengan tutup (lid) kertas yang bisa mengunci di lingkaran dalam paper cup dan dapat ditarik untuk membukanya.

Pada tahun-tahun berikutnya perkembangan paper cup menjadi semakin luar biasa. Ada beberapa pengembangan dan penemuan-penemuan yang menginovasi produk paper cup. Di tahun 1933,  Sydney R. Koons mematenkan aplikasi gagang yang dapat dipasangkan ke paper cup. Tahun 1936, Walter W. Cecil menemukan paper cup yang memiliki gagang. Sekitar tahun 1950an, sejalan dengan 
maraknya usaha coffee shop, ditemukan pula tutup (lid) khusus untuk cup kopi.

Tetapi selama 2 dekade sejak tahun 1960, paper cup mengalami persaingan yang ketat dari foam cup di era 60an dan styrene cup di era 70an. Dimana dua jenis cup ini lebih menjadi pilihan pada saat itu. Baru setelah memasuki era 80an, paper cup mengalami kebangkitan kembali terutama sejak tahun 1987 ketika Starbucks memutuskan untuk menggunakan paper cup di gerai-gerai mereka.

Pada era 90an, paper cup menjadi semakin dominan penggunaannya. Di tahun 1991 muncul inovasi baru dengan ditemukannya insulator panas berbentuk sarung (sleeve) terbuat dari kertas karton. Setelah itu produsen-produsen paper cup kembali melakukan inovasi dengan memproduksi paper cup berdinding double dan triple untuk meningkatkan kemampuan insulasi paper cup terhadap panas.

Di tahun-tahun belakangan ini dimana isu lingkungan hidup menjadi sesuatu yang penting, produsen-produsen paper cup juga turut mengantispasinya. Mereka mulai menawarkan paper cup dengan bahan yang mudah terurai dan dapat didaur ulang. Selain inovasi yang sifatnya berupa kesadaran untuk merespon isu yang ada di masyarakat, ada juga inovasi yang lebih bersifat eksperimental seperti diperkenalkannya lid yang dapat meningkatkan bau dan rasa kopi panas. Bahkan ada juga yang dapat memberikan bau seperti kacang, buah-buahan dan keju. Tim Sprunger sang penciptanya pun mengklaim kalau lid buatannya bisa membuat kopi Starbucks memiliki rasa yang lebih baik daripada aslinya. 

Di masa mendatang tentu akan ada penemuan atau inovasi lainnya yang akan mengubah tingkah laku masyarakat dalam mengkonsumi minuman dan makanan. Selain demi kepentingan bisnis, semuanya itu juga ditujukan untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat penggunanya